content="IE=edge" />
5.01K subscribers
2.04K photos
62 videos
97 files
4.74K links
🌎 Media Publikasi:
● Faedah Ilmiyah
● Audio Kajian
● Ta'awun Dakwah
● Informasi Taklim khususnya wilayah Baturaja dan sekitarnya.
🌐 Jadikan medsos sarana untuk meraih pahala dan ridha-Nya. Tetaplah bersemangat hadir di majelis ilmu.
● Faedah Ilmiyah
● Audio Kajian
● Ta'awun Dakwah
● Informasi Taklim khususnya wilayah Baturaja dan sekitarnya.
🌐 Jadikan medsos sarana untuk meraih pahala dan ridha-Nya. Tetaplah bersemangat hadir di majelis ilmu.
Download Telegram
to view and join the conversation
بسم الله الرحمن الرحيم
📃 PEMBERITAHUAN
Qadarullahi wa ma sya'a fa'ala taklim rutin melalui rekaman Kitab Tafsir Kalimatit Tauhid dan kajian lainnya yang biasa diisi oleh al-Ustadz Abu Fudhail hafizhahullah LIBUR sampai beberapa waktu kedepan, beliau udzur karena safar. semoga Allah mudahkan urusan beliau amiin.
Demikian pemberitahuan ini, atas perhatiannya kami ucapkan.
جزاكم الله خيرا و بارك الله فيكم
📚 Majelis Taklim
Ittiba'us Sunnah Baturaja (@salafybaturaja)
▫️◽️▫️◽️▫️
📃 PEMBERITAHUAN
Qadarullahi wa ma sya'a fa'ala taklim rutin melalui rekaman Kitab Tafsir Kalimatit Tauhid dan kajian lainnya yang biasa diisi oleh al-Ustadz Abu Fudhail hafizhahullah LIBUR sampai beberapa waktu kedepan, beliau udzur karena safar. semoga Allah mudahkan urusan beliau amiin.
Demikian pemberitahuan ini, atas perhatiannya kami ucapkan.
جزاكم الله خيرا و بارك الله فيكم
📚 Majelis Taklim
Ittiba'us Sunnah Baturaja (@salafybaturaja)
▫️◽️▫️◽️▫️
🌱🌳🪶 TABIAT KHUSUS SETIAP JENJANG USIA ANAK
Seorang ibu harus memahami bahwa setiap jenjang usia dari kehidupan anak memiliki tabiat yang khusus dan cara khusus yang sesuai untuk mendidiknya. Ibu harus mengenali berbagai kekhususan anak agar bisa mendidiknya di atas manhaj tarbiyah yang lurus.
Di antara kekhususan tersebut:
1. Qabiliyah, siap menerima.
Anak yang masih kecil ibarat lembaran putih yang belum tertulis apapun. Dia siap menerima arahan yang dimaukan oleh pendidiknya. Semisal ranting yang lunak, ia mengikuti tekukan ke arah mana pun yang diinginkan oleh orang membentuknya.
Oleh karena itu, seorang ibu harus bersiap mengisi lembaran putih tersebut dengan kebaikan.
2. Madiyah fit Tafkir
Anak kecil belum bisa memahami dengan baik karena akalnya belum sempurna. Oleh karena itu, seorang ibu tidak boleh merasa galau ketika anaknya tidak memahami beberapa hal. Sebab, anak menyerap apa yang ada di hadapannya dengan pikirannya yang belum sempurna.
Andai ibu mengatakan kepada anaknya, “Tiga ditambah tiga berapa?”
Bisa jadi, si anak tidak paham. Akan tetapi, apabila si ibu meletakkan tiga pena dan menambahkan tiga pena lagi, barulah si anak bisa menjawab, “Enam.”
Karena pikirannya belum sempurna, anak tidak dibebani syariat kecuali setelah baligh. Mendidik anak di atas sifat-sifat yang terpuji haruslah dikaitkan dengan amaliah (amal nyata) yang bisa disaksikannya.
Misalnya, ibu hendak mendidik anak agar memiliki sifat suka memberi. Dalam hal ini, ibu memberi contoh di hadapan anak dengan menyedekahkan uang, makanan, atau pakaian kepada fakir miskin.
3. Al-Fardiyah wal Ananiyah, egois mau menang sendiri.
Ibu harus mengetahui bahwa sifat seperti ini ada pada anak-anak. Dengan demikian, ibu berusaha mengarahkannya dengan sabar hingga si anak akhirnya bisa menghormati orang lain.
4. Anak punya kebutuhan-kebutuhan
Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi, pertumbuhannya akan terganggu atau akan muncul perangai yang buruk pada dirinya.
Di antara kebutuhan anak adalah:
● Mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya
● Memperoleh rasa aman, tidak ada kekhawatiran atau ketakutan yang terus menghantuinya.
● Ingin dihargai dan diberikan kepercayaan. Apabila merasa tidak dihargai dan tidak diberikan kepercayaan, niscaya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri.
● Ingin memiliki teman. Dalam hal ini, ibu perlu mencarikan teman yang baik untuknya. Teman yang bisa mendukungnya menjadi pribadi yang baik agar tidak bertentangan dengan tarbiyah yang ditanamkan kepadanya.
📃 Dikutip dari: https://asysyariah.com/peran-ibu-dalam-tarbiyah-anak/
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Seorang ibu harus memahami bahwa setiap jenjang usia dari kehidupan anak memiliki tabiat yang khusus dan cara khusus yang sesuai untuk mendidiknya. Ibu harus mengenali berbagai kekhususan anak agar bisa mendidiknya di atas manhaj tarbiyah yang lurus.
Di antara kekhususan tersebut:
1. Qabiliyah, siap menerima.
Anak yang masih kecil ibarat lembaran putih yang belum tertulis apapun. Dia siap menerima arahan yang dimaukan oleh pendidiknya. Semisal ranting yang lunak, ia mengikuti tekukan ke arah mana pun yang diinginkan oleh orang membentuknya.
Oleh karena itu, seorang ibu harus bersiap mengisi lembaran putih tersebut dengan kebaikan.
2. Madiyah fit Tafkir
Anak kecil belum bisa memahami dengan baik karena akalnya belum sempurna. Oleh karena itu, seorang ibu tidak boleh merasa galau ketika anaknya tidak memahami beberapa hal. Sebab, anak menyerap apa yang ada di hadapannya dengan pikirannya yang belum sempurna.
Andai ibu mengatakan kepada anaknya, “Tiga ditambah tiga berapa?”
Bisa jadi, si anak tidak paham. Akan tetapi, apabila si ibu meletakkan tiga pena dan menambahkan tiga pena lagi, barulah si anak bisa menjawab, “Enam.”
Karena pikirannya belum sempurna, anak tidak dibebani syariat kecuali setelah baligh. Mendidik anak di atas sifat-sifat yang terpuji haruslah dikaitkan dengan amaliah (amal nyata) yang bisa disaksikannya.
Misalnya, ibu hendak mendidik anak agar memiliki sifat suka memberi. Dalam hal ini, ibu memberi contoh di hadapan anak dengan menyedekahkan uang, makanan, atau pakaian kepada fakir miskin.
3. Al-Fardiyah wal Ananiyah, egois mau menang sendiri.
Ibu harus mengetahui bahwa sifat seperti ini ada pada anak-anak. Dengan demikian, ibu berusaha mengarahkannya dengan sabar hingga si anak akhirnya bisa menghormati orang lain.
4. Anak punya kebutuhan-kebutuhan
Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi, pertumbuhannya akan terganggu atau akan muncul perangai yang buruk pada dirinya.
Di antara kebutuhan anak adalah:
● Mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya
● Memperoleh rasa aman, tidak ada kekhawatiran atau ketakutan yang terus menghantuinya.
● Ingin dihargai dan diberikan kepercayaan. Apabila merasa tidak dihargai dan tidak diberikan kepercayaan, niscaya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri.
● Ingin memiliki teman. Dalam hal ini, ibu perlu mencarikan teman yang baik untuknya. Teman yang bisa mendukungnya menjadi pribadi yang baik agar tidak bertentangan dengan tarbiyah yang ditanamkan kepadanya.
📃 Dikutip dari: https://asysyariah.com/peran-ibu-dalam-tarbiyah-anak/
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
💬📲 TIDAK ADA FAIDAH DALAM MENYEBARKAN KEBURUKAN PEMERINTAH
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,
نشر مساوئ ولاة الأمور أمام الناس لا يُستفاد منه؛ بل لا يزيد الأمر إلا شدة؛ فتحمل صدور الناس البغضاء والكراهية لولاة الأمور، وإذا كره الناس ولاة الأمور وأبغضوهم تمردوا عليهم، ورأوا أمرهم بالخير أمرا بالشر، ولم يسكتوا عن مساوئهم، وحصل بذلك إيغار الصدور والشر والفساد
Menyebarkan keburukan pemerintah di khalayak umum tidaklah berfaidah. Bahkan, perkaranya akan semakin bertambah parah.
Hal itu akan membawa kebencian di hati rakyat terhadap pemerintahnya.
Jika rakyat sudah menaruh kebencian kepada pemerintahnya, mereka akan berani melawannya.
Rakyat pun akan menganggap kebaikan pemerintahnya sebagai keburukan. Mereka tidak pula diam melihat kesalahannya.
Akibatnya, muncullah kebencian dalam dada, keburukan, dan kerusakan.
📖 Syarh Riyadhush Shalihin 3/627--628 | @forumsalafy
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,
نشر مساوئ ولاة الأمور أمام الناس لا يُستفاد منه؛ بل لا يزيد الأمر إلا شدة؛ فتحمل صدور الناس البغضاء والكراهية لولاة الأمور، وإذا كره الناس ولاة الأمور وأبغضوهم تمردوا عليهم، ورأوا أمرهم بالخير أمرا بالشر، ولم يسكتوا عن مساوئهم، وحصل بذلك إيغار الصدور والشر والفساد
Menyebarkan keburukan pemerintah di khalayak umum tidaklah berfaidah. Bahkan, perkaranya akan semakin bertambah parah.
Hal itu akan membawa kebencian di hati rakyat terhadap pemerintahnya.
Jika rakyat sudah menaruh kebencian kepada pemerintahnya, mereka akan berani melawannya.
Rakyat pun akan menganggap kebaikan pemerintahnya sebagai keburukan. Mereka tidak pula diam melihat kesalahannya.
Akibatnya, muncullah kebencian dalam dada, keburukan, dan kerusakan.
📖 Syarh Riyadhush Shalihin 3/627--628 | @forumsalafy
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
بِسْــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيــــــــْمِ
🎧 INFO TAKLIM
✏️ USHULUS SUNNAH AL-IMAM AHMAD (Pertemuan ke-30)
🎙️ Pemateri: al-Ustadz Abu Dawud al-Maydaniy hafizhahullah (mudaris Mahad Ibnul Mubarok, Gunung Linggai Samarinda)
🗓️ Hari/Tanggal: Rabu malam Kamis, 11 Jumadil Awwal 1443 / 15 Desember 2021
⏰ Waktu/Tempat: Bakda Isya - Selesai / Dari rumah al-ustadz
📝 Simaklah audio rekaman kajiannya. Taati imbauan pemerintah terkait penerapan protokol covid-19. Baarakallahu fiikum.
📖 Penyelenggara
Majelis Taklim Ittiba'us Sunnah Baturaja (@salafybaturaja)
💾 Media Publikasi
https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫
🎧 INFO TAKLIM
✏️ USHULUS SUNNAH AL-IMAM AHMAD (Pertemuan ke-30)
🎙️ Pemateri: al-Ustadz Abu Dawud al-Maydaniy hafizhahullah (mudaris Mahad Ibnul Mubarok, Gunung Linggai Samarinda)
🗓️ Hari/Tanggal: Rabu malam Kamis, 11 Jumadil Awwal 1443 / 15 Desember 2021
⏰ Waktu/Tempat: Bakda Isya - Selesai / Dari rumah al-ustadz
📝 Simaklah audio rekaman kajiannya. Taati imbauan pemerintah terkait penerapan protokol covid-19. Baarakallahu fiikum.
📖 Penyelenggara
Majelis Taklim Ittiba'us Sunnah Baturaja (@salafybaturaja)
💾 Media Publikasi
https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫
بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم
📖 INFORMASI KAJIAN ISLAM ILMIYAH WILAYAH BATURAJA DAN SEKITARNYA
(Kajian Tatap Muka di Masa Pandemi)
Hadirilah taklim rutin yang Insyaa Allah akan diadakan secara tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan pada:
🗓 Hari/Tanggal: Rabu Malam Kamis, 11 Jumadil Awwal 1443 H/ 15 Desember 2021
⏰ Waktu/Tempat: Bakda Maghrib WIB - selesai di Masjid al-Furqon Perum KORPRI RS Sriwijaya Kec. Baturaja Timur OKU Sumsel
🎙 Pemateri: al-Ustadz Abu Suhail Abbas hafizhahullah (Mudaris Mahad Dhiyaaus Salaf Karang Makmur)
📖 Pembahasan: TEMATIK
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Semoga Allah memberikan kemudahan, pertolongan, serta taufik kepada kita untuk mendatangi majelis ilmu syar'i, karena Rasulallah ﷺ bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَريقاً يَلتَمِسُ فِيه عِلماً ، سَهَّلَ الله لَهُ بِهِ طَريقاً إلى الجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu padanya, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga". (H.R .Muslim).
Ajak serta sanak, kerabat, saudara dan handai taulan serta sebarkan informasi ini kepada yang belum mengetahuinya. (Terbuka untuk umum khusus laki-laki)
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
✏️ Pengingat:
1. Ikhlaskan niat semata-mata mencari ridha Allah subhaanahu wa ta'ala.
2. Siapkan alat tulis untuk mencatat faedah dan berusaha untuk selalu datang di awal waktu kajian agar mendapatkan berkah ilmu yang dipelajari.
3. Selalu menjaga adab dan akhlak yang baik, serta sebarkan salam dengan jamaah masjid lainnya
4. Selalu menjaga kebersihan di tempat taklim dan sekitarnya.
5. Patuhi Prokes Covid19. Wajib mengenakan masker. Bagi yang mengalami gejala flu, batuk atau pilek atau demam sebaiknya di rumah saja.
Demikian, semoga dimaklumi.
جزاکم اللہ خیرا و با رک اللہ فیکم
📚 Penyelenggara
Majelis Taklim Ittiba'us Sunnah Baturaja bekerjasama dengan Takmir Masjid al-Furqon
📡 Publikasi: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫
📖 INFORMASI KAJIAN ISLAM ILMIYAH WILAYAH BATURAJA DAN SEKITARNYA
(Kajian Tatap Muka di Masa Pandemi)
Hadirilah taklim rutin yang Insyaa Allah akan diadakan secara tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan pada:
🗓 Hari/Tanggal: Rabu Malam Kamis, 11 Jumadil Awwal 1443 H/ 15 Desember 2021
⏰ Waktu/Tempat: Bakda Maghrib WIB - selesai di Masjid al-Furqon Perum KORPRI RS Sriwijaya Kec. Baturaja Timur OKU Sumsel
🎙 Pemateri: al-Ustadz Abu Suhail Abbas hafizhahullah (Mudaris Mahad Dhiyaaus Salaf Karang Makmur)
📖 Pembahasan: TEMATIK
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Semoga Allah memberikan kemudahan, pertolongan, serta taufik kepada kita untuk mendatangi majelis ilmu syar'i, karena Rasulallah ﷺ bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَريقاً يَلتَمِسُ فِيه عِلماً ، سَهَّلَ الله لَهُ بِهِ طَريقاً إلى الجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu padanya, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga". (H.R .Muslim).
Ajak serta sanak, kerabat, saudara dan handai taulan serta sebarkan informasi ini kepada yang belum mengetahuinya. (Terbuka untuk umum khusus laki-laki)
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
✏️ Pengingat:
1. Ikhlaskan niat semata-mata mencari ridha Allah subhaanahu wa ta'ala.
2. Siapkan alat tulis untuk mencatat faedah dan berusaha untuk selalu datang di awal waktu kajian agar mendapatkan berkah ilmu yang dipelajari.
3. Selalu menjaga adab dan akhlak yang baik, serta sebarkan salam dengan jamaah masjid lainnya
4. Selalu menjaga kebersihan di tempat taklim dan sekitarnya.
5. Patuhi Prokes Covid19. Wajib mengenakan masker. Bagi yang mengalami gejala flu, batuk atau pilek atau demam sebaiknya di rumah saja.
Demikian, semoga dimaklumi.
جزاکم اللہ خیرا و با رک اللہ فیکم
📚 Penyelenggara
Majelis Taklim Ittiba'us Sunnah Baturaja bekerjasama dengan Takmir Masjid al-Furqon
📡 Publikasi: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫
#ayo_ngaji #kajian_islam_ilmiah #baturaja #prokes_covid19 #khusus_ikhwan
🌻📖🏡
AGENDA TAKLIM KAUM MUSLIMIN DI BATURAJA DAN SEKITARNYA
"Jangan lupa, hadirilah majelis ilmu syar'i, kajian tatap muka di masa pandemi, ambil dan amalkan faedahnya"
Sampaikan informasi ini ke famili, saudara, teman dan kenalan, jika ikhlas berpahala insyaa Allah. Tetap Patuhi Prokes Covid-19.
MALAM NANTI!
RABU MALAM KAMIS
▫️▫️▫️▫️▫️
🌻📖🏡
AGENDA TAKLIM KAUM MUSLIMIN DI BATURAJA DAN SEKITARNYA
"Jangan lupa, hadirilah majelis ilmu syar'i, kajian tatap muka di masa pandemi, ambil dan amalkan faedahnya"
Sampaikan informasi ini ke famili, saudara, teman dan kenalan, jika ikhlas berpahala insyaa Allah. Tetap Patuhi Prokes Covid-19.
MALAM NANTI!
RABU MALAM KAMIS
▫️▫️▫️▫️▫️
📻✏️💾
Audio Kajian Online
📖 PRINSIP AHLUSSUNNAH TERHADAP WALIYUL 'AMR
(Lanjutan Pembahasan Kitab Ushulus Sunnah al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah - Pertemuan ke-30)
🎧 Pemateri: Al-Ustadz Abu Dawud al-Maydaniy hafizhahullah (Mudaris Mahad Ibnul Mubarok Gunung Linggai, Samarinda)
📆 Rabu malam Kamis | 11 Jumadil Awwal 1443 H/ 15 Desember M | Majelis Taklim Ittibaus Sunnah | Baturaja
📃 Deskripsi Audio
● Durasi: 00:24:09
● Ukuran: 15,2 mb
🖇 Murojaah: https://bit.ly/2Q20c5B
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️◽️▫️◽️▫
Audio Kajian Online
📖 PRINSIP AHLUSSUNNAH TERHADAP WALIYUL 'AMR
(Lanjutan Pembahasan Kitab Ushulus Sunnah al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah - Pertemuan ke-30)
🎧 Pemateri: Al-Ustadz Abu Dawud al-Maydaniy hafizhahullah (Mudaris Mahad Ibnul Mubarok Gunung Linggai, Samarinda)
📆 Rabu malam Kamis | 11 Jumadil Awwal 1443 H/ 15 Desember M | Majelis Taklim Ittibaus Sunnah | Baturaja
📃 Deskripsi Audio
● Durasi: 00:24:09
● Ukuran: 15,2 mb
🖇 Murojaah: https://bit.ly/2Q20c5B
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️◽️▫️◽️▫
📻 Audio Kajian Tatap Muka
📃🪶 MINTALAH HANYA KEPADA ALLAH
🎙 Pemateri: al-Ustadz Abu Suhail Abbas al-Jugjawiy hafizhahullah
📆 Rabu malam Kamis | 11 Jumadil Awwal 1443 H/ Desember M | Kajian Masjid al-Furqon | Majelis Taklim Ittibaus Sunnah
● Durasi: 00:36:03
● Ukuran: 12,98mb
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📃🪶 MINTALAH HANYA KEPADA ALLAH
🎙 Pemateri: al-Ustadz Abu Suhail Abbas al-Jugjawiy hafizhahullah
📆 Rabu malam Kamis | 11 Jumadil Awwal 1443 H/ Desember M | Kajian Masjid al-Furqon | Majelis Taklim Ittibaus Sunnah
● Durasi: 00:36:03
● Ukuran: 12,98mb
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📖🌾 SUPAYA ILMU DIBERKAHI
Asy-Syaikh Muqbil al-Wadi'i rahimahullah berkata,
"Jika engkau ingin Allah memberkahi ilmumu, maka engkau harus semangat dalam menyampaikan ilmu yang engkau ketahui."
📖 Gharah Al-Asyrithah | Dikutip dari Majalah Qudwah edisi 54 vol. 05 1439 H, hlm. 3
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 https://t.me/salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Asy-Syaikh Muqbil al-Wadi'i rahimahullah berkata,
"Jika engkau ingin Allah memberkahi ilmumu, maka engkau harus semangat dalam menyampaikan ilmu yang engkau ketahui."
📖 Gharah Al-Asyrithah | Dikutip dari Majalah Qudwah edisi 54 vol. 05 1439 H, hlm. 3
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 https://t.me/salafybaturaja
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
⭕️📕 ORANG YANG TIDAK SALAT AKAN DIBANGKITKAN BERSAMA FIR'AUN, QARUN, HAMAN, DAN UBAI BIN KHALAF
Perkara yang menunjukkan beratnya hukuman bagi orang yang meremehkan dan menyepelekan salat adalah dibangkitkan bersama tokoh-tokoh kejahatan.
Keumuman mereka sibuk dengan perkara dunia.
● Sibuk dengan hartanya.
● Sibuk mengurus kekuasaan dan kerajaannya.
● Sibuk mengurus perdagangan dan pertaniannya.
● Sibuk dengan perkara-perkara sia-sia.
Mereka akan:
● Dibangkitkan bersama Qarun yang bangga dan sibuk dengan hartanya.
● Dibangkitkan bersama Fira'un yang bangga dan sibuk mengurusi kerajaannya.
● Dibangkitkan bersama Haman karena sibuk dengan kekuasaan dan jabatannya.
● Dibangkitkan bersama Ubai bin Khalaf karena sibuk dengan perdagangannya.
Empat orang tersebut adalah dedengkot dan para pembesar orang-orang kafir.
Na’udzu billah min dzalik.
Shahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu'anhu menyampaikan bahwa pada suatu hari Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam pernah berbicara tentang salat. Beliau bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ
"Siapa yang menjaga salat. maka Ia akan mendapatkan cahaya petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir'aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf." [Shahih, H.R. Ahmad, al-Baihaqi, dan Ad Darimi, Misykah Al Mashabih no. 578]
📑 Dinukil dari Majalah Qudwah Edisi 68 Vol. 06/1440 H, hlm. 62
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫▫▫
Perkara yang menunjukkan beratnya hukuman bagi orang yang meremehkan dan menyepelekan salat adalah dibangkitkan bersama tokoh-tokoh kejahatan.
Keumuman mereka sibuk dengan perkara dunia.
● Sibuk dengan hartanya.
● Sibuk mengurus kekuasaan dan kerajaannya.
● Sibuk mengurus perdagangan dan pertaniannya.
● Sibuk dengan perkara-perkara sia-sia.
Mereka akan:
● Dibangkitkan bersama Qarun yang bangga dan sibuk dengan hartanya.
● Dibangkitkan bersama Fira'un yang bangga dan sibuk mengurusi kerajaannya.
● Dibangkitkan bersama Haman karena sibuk dengan kekuasaan dan jabatannya.
● Dibangkitkan bersama Ubai bin Khalaf karena sibuk dengan perdagangannya.
Empat orang tersebut adalah dedengkot dan para pembesar orang-orang kafir.
Na’udzu billah min dzalik.
Shahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu'anhu menyampaikan bahwa pada suatu hari Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam pernah berbicara tentang salat. Beliau bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ
"Siapa yang menjaga salat. maka Ia akan mendapatkan cahaya petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir'aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf." [Shahih, H.R. Ahmad, al-Baihaqi, dan Ad Darimi, Misykah Al Mashabih no. 578]
📑 Dinukil dari Majalah Qudwah Edisi 68 Vol. 06/1440 H, hlm. 62
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫▫▫
⏰💢 APABILA SALAT DIPANDANG SEBELAH MATA
🌐 Follow ● Join ● Share
● t.me/salafybaturaja
● t.me/salafybaturajagalery
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🌐 Follow ● Join ● Share
● t.me/salafybaturaja
● t.me/salafybaturajagalery
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
💎🕌 PENTINGNYA SHALAT DALAM ISLAM
Dari Thoriq bin Asyyam radhiallahu 'anhu ia berkata,
كان إذا أَسْلَمَ الرَّجُلُ، كان أَوَّلُ ما يُعَلِّمُنَا الصلاة، أو قال: عَلِّمَهُ الصلاة
"Dahulu jika seseorang masuk Islam, maka pertama kali yang beliau (shallallahu 'alaihi wasallam) ajarkan kepada kami adalah shalat."
Atau beliau berkata, "Ajari dia shalat."
📖 H.R. Al-Bazzar dalam Musnadnya. Lihat Ash-Shahihah no.3030 | Dikutip dari Kanal Warisan Salaf
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫▫▫
Dari Thoriq bin Asyyam radhiallahu 'anhu ia berkata,
كان إذا أَسْلَمَ الرَّجُلُ، كان أَوَّلُ ما يُعَلِّمُنَا الصلاة، أو قال: عَلِّمَهُ الصلاة
"Dahulu jika seseorang masuk Islam, maka pertama kali yang beliau (shallallahu 'alaihi wasallam) ajarkan kepada kami adalah shalat."
Atau beliau berkata, "Ajari dia shalat."
📖 H.R. Al-Bazzar dalam Musnadnya. Lihat Ash-Shahihah no.3030 | Dikutip dari Kanal Warisan Salaf
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫▫▫
🗯🎈JANGAN MENGUSIR ANAK KECIL DARI TEMPAT SHALATNYA
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
الصحيح عدم جواز إبعاد الصبي عن مكانه في الصف لحديث ابن عمر - رضي الله عنهما - أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "لا يقيم الرجل،الرجل من مقعده ثم يجلس فيه . ولأنه فيه اعتداء على حق الصبي، وكسراً لقلبه، وتنفيراً له عن الصلاة، وزرعاً للبغضاء والحقد في قلبه.
"Yang benar, tidak boleh menjauhkan anak kecil dari tempatnya di shaf, berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
'Seseorang tidak boleh menyuruh orang lain bangkit dari tempat duduknya, lantas dia duduk di situ.'
Selain itu, perbuatan tersebut melanggar hak si anak, melukai hatinya, membuatnya lari dari shalat, dan menanamkan kebencian dan dendam dalam hatinya."
📖 Majmuu' Fataawaa Wa Rasaa`il al-Utsaimin 13/25 | @ForumSalafy
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️◻️▫️◻️▫️
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
الصحيح عدم جواز إبعاد الصبي عن مكانه في الصف لحديث ابن عمر - رضي الله عنهما - أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "لا يقيم الرجل،الرجل من مقعده ثم يجلس فيه . ولأنه فيه اعتداء على حق الصبي، وكسراً لقلبه، وتنفيراً له عن الصلاة، وزرعاً للبغضاء والحقد في قلبه.
"Yang benar, tidak boleh menjauhkan anak kecil dari tempatnya di shaf, berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
'Seseorang tidak boleh menyuruh orang lain bangkit dari tempat duduknya, lantas dia duduk di situ.'
Selain itu, perbuatan tersebut melanggar hak si anak, melukai hatinya, membuatnya lari dari shalat, dan menanamkan kebencian dan dendam dalam hatinya."
📖 Majmuu' Fataawaa Wa Rasaa`il al-Utsaimin 13/25 | @ForumSalafy
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️◻️▫️◻️▫️
💭🕌 HUKUM MENIATKAN SHALAT ZHUHUR BAGI SEORANG MUSAFIR YANG SHALAT JUM'AT BERSAMA JAMA'AH KAUM MUSLIMIN
Asy Syaikh (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah) ditanya:
"Seorang musafir melaksanakan shalat jumat bersama orang yang muqim, apakah ia boleh menjama' dengan shalat ashar secara qashar?"
Beliau rahimahullah menjawab:
"Tidak boleh dijama' antara shalat jumat dengan ashar; karena As Sunnah hanya menjelaskan tentang menjama' antara zhuhur dengan ashar. Sedangkan sholat jumat bukanlah sholat zhuhur. Shalat jumat adalah shalat tersendiri dari sisi tata caranya, syarat-syaratny dan rukun-rukunnya, maka tidak boleh dijama' antara jumat dengan ashar.
Jika ada yang berkata:
"Apakah sah ia meniatkan shalat jumat tersebut sebagai sholat dhuhur agar ia bisa menjama'nya dengan ashar?"
Jawabannya: jika ia meniatkan zhuhur maka tidak sah shalat zhuhur tersebut, karena ia melaksanakan shalat zhuhur sebelum imam selesai melaksanakan shalat jumat, dan shalat zhuhur sebelum imam selesai shalat jumat tidak sah.
Dan tidak bisa dikatakan misalnya, bukankah orang sakit boleh shalat zhuhur di rumahnya sebelum manusia shalat jumat (jika waktu shalat sudah masuk,pent)?
Kita katakan: tentu boleh, tidak mengapa orang sakit shalat (zhuhur di rumahnya, pent) sebelum manusia melaksanakan shalat jumat. Akan tetapi dalam kejadian ini ia telah menghadiri jumat maka wajib baginya menunaikan shalat jumat. Maka yang wajib atasnya adalah menunaikan sholat jumat dan tidak mungkin untuk di jama' antara jumat dengan ashar.
Contohnya engkau adalah seorang musafir dari penduduk Jeddah dan sampai ke Riyadh, lalu engkau melaksanakan shalat jumat bersama manusia, jika engkau niatkan shalat zhuhur maka tidak sah. karena tatkala engkau menghadiri shalat jumat maka yang wajib atasmu adalah menunaikan shalat jumat. Jika engkau niatkan shalat jumat maka tidak sah dijama' bersama ashar.
Kemudian kita katakan, seandainya kita terima bahwa shalat tersebut sah, walaupun (yang benar) tidak sah, maka ini termasuk kedunguan bagi seseorang dimana ia mengalihkan niat Jumat kepada niat zhuhur yang itu lebih afdhal di bandingkan zhuhur. Ia tidak meraih pahala jumat yang telah ditetapkan bagi ummat ini.
Kesimpulannya, ini bukan permasalahan yang sulit. Jangan engkau shalat ashar bersama dengan jumat (dengan menjama' keduanya), tapi shalat asharlah jika telah masuk waktunya".
➖➖➖➖
وسئل فضيلته: رجل مسافر صلى الجمعة في الحضر فهل يجمع معه العصر قصراً؟
فأجاب فضيلته بقوله: لا يجمع معها العصر؛ لأن السنة إنما وردت في الجمع بين الظهر والعصر, والجمعة ليست ظهراً بل هي صلاة مستقلة في هيئتها وشروطها وأركانها فلا تجمع إليها العصر,
فإن قال قائل: هل يصح أن ينوي الجمعة ظهراً ليجمع إليها العصر؟
فالجواب: إذا نواها ظهراً فإنها لا تصح الظهر منه؛؟ لأنه صلى الظهر قبل تمام الإمام لصلاة الجمعة, وصلاة الظهر قبل تمام الجمعة لا تصح, ولا يقال مثلاً أليس المريض يصلي في بيته الظهر قبل أن يصلي الناس الجمعة؟ نقول بلى, ولا حرج أن يصلي المريض قبل أن يصلي الناس الجمعة لكن هذا قد حضر صلاة الجمعة فوجبت عليه الجمعة, فالواجب عليه أن يصلي الجمعة لا يمكن أن يجمع إليها العصر.
مثلاً: أنت مسافر ومن أهل جدة وصلت الرياض, وذهبت وصليت مع الناس الجمعة فإذا نويتها ظهراً لم تصح؛ لأنك لما حضرت الجمعة لزمتك الجمعة, فإن نويتها جمعة ما صح جمع العصر إليها. ثم نقول: لو قدرنا أنها تصح وهي لا تصح, لكان هذا من سفه الإنسان أن يعدل عن نية الجمعة التي هي أفضل من الظهر إلىنية الظهر ولم يحصل على أنه أجر الجمعة الذي ثبت لهذه الأمة, وعلى كل حال فالمسألة ليس فيها صعوبة, لا تصل العصر مع الجمعة وصل العصر إذا دخل وقتها.
مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين 15-431
📖 Majmu Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 15/431 | Dikutip dari Kanal Warisan Salaf
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️◻️▫️◻️▫️
Asy Syaikh (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah) ditanya:
"Seorang musafir melaksanakan shalat jumat bersama orang yang muqim, apakah ia boleh menjama' dengan shalat ashar secara qashar?"
Beliau rahimahullah menjawab:
"Tidak boleh dijama' antara shalat jumat dengan ashar; karena As Sunnah hanya menjelaskan tentang menjama' antara zhuhur dengan ashar. Sedangkan sholat jumat bukanlah sholat zhuhur. Shalat jumat adalah shalat tersendiri dari sisi tata caranya, syarat-syaratny dan rukun-rukunnya, maka tidak boleh dijama' antara jumat dengan ashar.
Jika ada yang berkata:
"Apakah sah ia meniatkan shalat jumat tersebut sebagai sholat dhuhur agar ia bisa menjama'nya dengan ashar?"
Jawabannya: jika ia meniatkan zhuhur maka tidak sah shalat zhuhur tersebut, karena ia melaksanakan shalat zhuhur sebelum imam selesai melaksanakan shalat jumat, dan shalat zhuhur sebelum imam selesai shalat jumat tidak sah.
Dan tidak bisa dikatakan misalnya, bukankah orang sakit boleh shalat zhuhur di rumahnya sebelum manusia shalat jumat (jika waktu shalat sudah masuk,pent)?
Kita katakan: tentu boleh, tidak mengapa orang sakit shalat (zhuhur di rumahnya, pent) sebelum manusia melaksanakan shalat jumat. Akan tetapi dalam kejadian ini ia telah menghadiri jumat maka wajib baginya menunaikan shalat jumat. Maka yang wajib atasnya adalah menunaikan sholat jumat dan tidak mungkin untuk di jama' antara jumat dengan ashar.
Contohnya engkau adalah seorang musafir dari penduduk Jeddah dan sampai ke Riyadh, lalu engkau melaksanakan shalat jumat bersama manusia, jika engkau niatkan shalat zhuhur maka tidak sah. karena tatkala engkau menghadiri shalat jumat maka yang wajib atasmu adalah menunaikan shalat jumat. Jika engkau niatkan shalat jumat maka tidak sah dijama' bersama ashar.
Kemudian kita katakan, seandainya kita terima bahwa shalat tersebut sah, walaupun (yang benar) tidak sah, maka ini termasuk kedunguan bagi seseorang dimana ia mengalihkan niat Jumat kepada niat zhuhur yang itu lebih afdhal di bandingkan zhuhur. Ia tidak meraih pahala jumat yang telah ditetapkan bagi ummat ini.
Kesimpulannya, ini bukan permasalahan yang sulit. Jangan engkau shalat ashar bersama dengan jumat (dengan menjama' keduanya), tapi shalat asharlah jika telah masuk waktunya".
➖➖➖➖
وسئل فضيلته: رجل مسافر صلى الجمعة في الحضر فهل يجمع معه العصر قصراً؟
فأجاب فضيلته بقوله: لا يجمع معها العصر؛ لأن السنة إنما وردت في الجمع بين الظهر والعصر, والجمعة ليست ظهراً بل هي صلاة مستقلة في هيئتها وشروطها وأركانها فلا تجمع إليها العصر,
فإن قال قائل: هل يصح أن ينوي الجمعة ظهراً ليجمع إليها العصر؟
فالجواب: إذا نواها ظهراً فإنها لا تصح الظهر منه؛؟ لأنه صلى الظهر قبل تمام الإمام لصلاة الجمعة, وصلاة الظهر قبل تمام الجمعة لا تصح, ولا يقال مثلاً أليس المريض يصلي في بيته الظهر قبل أن يصلي الناس الجمعة؟ نقول بلى, ولا حرج أن يصلي المريض قبل أن يصلي الناس الجمعة لكن هذا قد حضر صلاة الجمعة فوجبت عليه الجمعة, فالواجب عليه أن يصلي الجمعة لا يمكن أن يجمع إليها العصر.
مثلاً: أنت مسافر ومن أهل جدة وصلت الرياض, وذهبت وصليت مع الناس الجمعة فإذا نويتها ظهراً لم تصح؛ لأنك لما حضرت الجمعة لزمتك الجمعة, فإن نويتها جمعة ما صح جمع العصر إليها. ثم نقول: لو قدرنا أنها تصح وهي لا تصح, لكان هذا من سفه الإنسان أن يعدل عن نية الجمعة التي هي أفضل من الظهر إلىنية الظهر ولم يحصل على أنه أجر الجمعة الذي ثبت لهذه الأمة, وعلى كل حال فالمسألة ليس فيها صعوبة, لا تصل العصر مع الجمعة وصل العصر إذا دخل وقتها.
مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين 15-431
📖 Majmu Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 15/431 | Dikutip dari Kanal Warisan Salaf
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫️◻️▫️◻️▫️
📖 [UPDATE] INFORMASI TA'AWUN TAHAP KETIGA PROSES PEMBANGUNAN MASJID IBNUL ABBAS DI LOKASI MAHAD ZAID BIN TSABIT BATURAJA KABUPATEN OKU SUMSEL
Alhamdulillaah, progres pembangunan Pondok Pesantren di Baturaja, Kab. OKU, Sumsel sudah memasuki pengerjaan tahap ketiga dengan rincian; 1). Pengerjaan rangka atap baja IWF untuk Masjid, 2) Pengerjaan Instalasi Listrik/Penerangan Masjid, 3) Pembuatan talud penahan tanah Masjid, 4) Pengerjaan penutup atap Masjid dengan genteng. Semoga Allah ta'ala memudahkan proses pembangunan ini.
📝 Estimasi biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 663.283.000,- (Enam Ratus Enam Puluh Tiga Juta Dua Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Rupiah), dana terkumpul sampai pada hari ini sebesar 106.170.000,- (Seratus Enam Juta Seratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah).
✏️ Masih ada kekurangan dana sebesar 557.113.000,- (Lima Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Seratus Tiga Belas Ribu Rupiah).
🎯 Karena dana yang dibutuhkan masih belum mencukupi, kami masih mengajak kaum muslimin untuk turut berpartisipasi dalam “Ta’awun ‘alal Birri wat Taqwa” pada proses pembangunan pondasi masjid ini dengan turut andil menginfakkan hartanya di jalan Allah ta’ala.
🏧 Dana ta'awun bisa ditransfer ke Rekening BSI (BANK SYARIAH INDONESIA) no. rekening: 9898324230 (Kode Bank 451)
a/n: Yayasan Ittibaus Sunnah Baturaja
🇲🇨 Setelah transfer agar konfirmasi dana ta'awunnya melalui SMS/WA ke nomor berikut:
📲 wa.me/+62823-7440-1947
(Abu Abdillah)
Semoga infaq yang kita sumbangkan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya.
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه قَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَنْ بَنَى لِلهِ مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.
Dari Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa membangun masjid dengan mengharapkan wajah Allah, sungguh Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di Jannah/Surga.” (H.R. al-Bukhari (1/453), Muslim (1/378 no. 355).
Selain infaq, kami juga sangat berharap doa dari kaum muslimin, agar proses pembangunan Pondok Pesantren ini berjalan dengan baik.
آمين، وصلى اللـہ على محمد وعلى آله وأصحابه وسلم
Jazaakumullah Khairan wa Baarakallahufiikum.
Baturaja, Jumat 12 Jumadil Awwal 1443 / 17 Desember 2021 | #update19
Mengetahui:
1. al-Ustadz Abu Usamah Imam Bukhori hafizhahullah
2. al-Ustadz Abu Fudhail 'Abdurrahman ibnu 'Umar hafizhahullah
⚠ Tanbih
al-Afwu Minkum, imbauan ta'awun ini hanya boleh disebarkan di WhatsApp dan Telegram
🌳🏡🌳🏡🌳🏡
Alhamdulillaah, progres pembangunan Pondok Pesantren di Baturaja, Kab. OKU, Sumsel sudah memasuki pengerjaan tahap ketiga dengan rincian; 1). Pengerjaan rangka atap baja IWF untuk Masjid, 2) Pengerjaan Instalasi Listrik/Penerangan Masjid, 3) Pembuatan talud penahan tanah Masjid, 4) Pengerjaan penutup atap Masjid dengan genteng. Semoga Allah ta'ala memudahkan proses pembangunan ini.
📝 Estimasi biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 663.283.000,- (Enam Ratus Enam Puluh Tiga Juta Dua Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Rupiah), dana terkumpul sampai pada hari ini sebesar 106.170.000,- (Seratus Enam Juta Seratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah).
✏️ Masih ada kekurangan dana sebesar 557.113.000,- (Lima Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Seratus Tiga Belas Ribu Rupiah).
🎯 Karena dana yang dibutuhkan masih belum mencukupi, kami masih mengajak kaum muslimin untuk turut berpartisipasi dalam “Ta’awun ‘alal Birri wat Taqwa” pada proses pembangunan pondasi masjid ini dengan turut andil menginfakkan hartanya di jalan Allah ta’ala.
🏧 Dana ta'awun bisa ditransfer ke Rekening BSI (BANK SYARIAH INDONESIA) no. rekening: 9898324230 (Kode Bank 451)
a/n: Yayasan Ittibaus Sunnah Baturaja
🇲🇨 Setelah transfer agar konfirmasi dana ta'awunnya melalui SMS/WA ke nomor berikut:
📲 wa.me/+62823-7440-1947
(Abu Abdillah)
Semoga infaq yang kita sumbangkan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya.
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه قَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَنْ بَنَى لِلهِ مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.
Dari Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa membangun masjid dengan mengharapkan wajah Allah, sungguh Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di Jannah/Surga.” (H.R. al-Bukhari (1/453), Muslim (1/378 no. 355).
Selain infaq, kami juga sangat berharap doa dari kaum muslimin, agar proses pembangunan Pondok Pesantren ini berjalan dengan baik.
آمين، وصلى اللـہ على محمد وعلى آله وأصحابه وسلم
Jazaakumullah Khairan wa Baarakallahufiikum.
Baturaja, Jumat 12 Jumadil Awwal 1443 / 17 Desember 2021 | #update19
Mengetahui:
1. al-Ustadz Abu Usamah Imam Bukhori hafizhahullah
2. al-Ustadz Abu Fudhail 'Abdurrahman ibnu 'Umar hafizhahullah
⚠ Tanbih
al-Afwu Minkum, imbauan ta'awun ini hanya boleh disebarkan di WhatsApp dan Telegram
🌳🏡🌳🏡🌳🏡
Forwarded from Salafy Baturaja
⛅️🌾 PERBANYAK SHALAWAT DI HARI JUMAT
🌐 Follow ● Join ● Share
● t.me/salafybaturaja
● t.me/salafybaturajagalery
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🌐 Follow ● Join ● Share
● t.me/salafybaturaja
● t.me/salafybaturajagalery
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
⛱🎈 TANDA AKHIR ZAMAN; ORANG TUA INGIN TAMPAK MUDA
Diantara yang Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam beritakan akan terjadi di akhir zaman adalah orang-orang tua merasa muda dengan cara-cara yang menipu.
Disebutkan oleh Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiallahu' anhuma,
يكون قوم في آخر الزمان يخضبون بهذا السواد ، كحوا صل الحمام ، لا يجدون رائحة الجنة
"Akan datang di akhir zaman suatu kaum (orang-orang tua) yang menyemir rambutnya dengan warna hitam hingga seperti tembolok merpati, mereka tidak akan mencium bau surga." (HR Ahmad, dari Shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma, di shahihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih At-Targhib).
Di dalam hadits ini Rasulallah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa di akhir zaman akan ada orang-orang yang sudah tua beruban menyemir rambutnya dengan warna hitam. Rasulallah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa mereka ini tidak akan mencium bau surga. Sebuah ancaman yang berat.
Demikianlah yang terjadi. Ada orang-orang yang ketika usia sudah beranjak tua, rambut dan jenggot telah memutih yang semestinya semakin bertakwa, bertobat, memperbanyak ibadah dan bersiap-siap mendatangi ajal, namun justru masih ingin muda, masih terus ingin menikmati lezatnya dunia. Mereka tidak segera bertobat dengan usianya yang telah tua. Mereka terlena dengan dunia dan lupa akhirat. Seolah-olah ia hanya hidup di dunia saja.
Dalam sebuah ayat-Nya Allah azza wa jalla menyebutkan:
وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ
"Dan (apakah tidak) datang peringatan." (Q.S Fathir: 37).
Sebagian ulama menyebutkan peringatan disini adalah rambut yang telah beruban. Maka, semestinya orang yang diberi peringatan dengan berubannya rambut dapat mengambil manfaat dari peringatan ini.
Namun sayang, sebagian manusia yang beruban tidak bisa mengambil pelajaran, sehingga ketika rambut mereka telah memutih segera dihitamkan kembali. Penampakan MUDA yang PALSU.
📄 Dinukil dari Majalah Qudwah Edisi 54 vol. 05 1439 H
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫▫
Diantara yang Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam beritakan akan terjadi di akhir zaman adalah orang-orang tua merasa muda dengan cara-cara yang menipu.
Disebutkan oleh Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiallahu' anhuma,
يكون قوم في آخر الزمان يخضبون بهذا السواد ، كحوا صل الحمام ، لا يجدون رائحة الجنة
"Akan datang di akhir zaman suatu kaum (orang-orang tua) yang menyemir rambutnya dengan warna hitam hingga seperti tembolok merpati, mereka tidak akan mencium bau surga." (HR Ahmad, dari Shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma, di shahihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih At-Targhib).
Di dalam hadits ini Rasulallah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa di akhir zaman akan ada orang-orang yang sudah tua beruban menyemir rambutnya dengan warna hitam. Rasulallah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa mereka ini tidak akan mencium bau surga. Sebuah ancaman yang berat.
Demikianlah yang terjadi. Ada orang-orang yang ketika usia sudah beranjak tua, rambut dan jenggot telah memutih yang semestinya semakin bertakwa, bertobat, memperbanyak ibadah dan bersiap-siap mendatangi ajal, namun justru masih ingin muda, masih terus ingin menikmati lezatnya dunia. Mereka tidak segera bertobat dengan usianya yang telah tua. Mereka terlena dengan dunia dan lupa akhirat. Seolah-olah ia hanya hidup di dunia saja.
Dalam sebuah ayat-Nya Allah azza wa jalla menyebutkan:
وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ
"Dan (apakah tidak) datang peringatan." (Q.S Fathir: 37).
Sebagian ulama menyebutkan peringatan disini adalah rambut yang telah beruban. Maka, semestinya orang yang diberi peringatan dengan berubannya rambut dapat mengambil manfaat dari peringatan ini.
Namun sayang, sebagian manusia yang beruban tidak bisa mengambil pelajaran, sehingga ketika rambut mereka telah memutih segera dihitamkan kembali. Penampakan MUDA yang PALSU.
📄 Dinukil dari Majalah Qudwah Edisi 54 vol. 05 1439 H
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫▫
🎙🚫 WASPADAI PARA DA'I TUKANG DONGENG!!
Asy-Syaikh al-'Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah berkata,
"Yang dimaksud dengan al-qushshash dan al-qashshashin adalah orang-orang yang menyandarkan nasehat-nasehat yang mereka sampaikan diatas suatu kisah. Sekarang, model semacam ini ada di sekitar kita.
Sehingga, para pemberi nasehat pada masa ini, yang menyandarkan ceramah-ceramah mereka diatas kisah-kisah, digolongkan sebagai para qushshash (tukang dongeng).
Inilah metode yang ditempuh oleh mayoritas para pemberi nasehat pada masa kita ini.
Sungguh, pasti akan Anda dapati bahwa mereka banyak menyebutkan kisah-kisah dan pembahasan masalah kelembutan hati (raqaiq) dalam ceramah-ceramah mereka, dan tidak meningkatkan (kualitas ceramah) mereka dengan mengajari umat manusia ilmu aqidah, maupun hukum-hukum yang ada dalam syari'at, seperti: shalat lima waktu, tata caranya dan hal-hal yang akan membatalkannya.
(Sekali lagi), inilah metode mereka. Mereka memperbanyak kisah-kisah dan pembahasan masalah kelembutan hati dalam ceramah-ceramah mereka.
Adapun kisah-kisah yang Allah 'azza wa jalla sebutkan dalam al-Qur'an yang menceritakan tentang umat-umat terdahulu, maka ini tidak dimasukkan dalam kerangka kisah-kisah tercela, yang telah diperingatkan oleh para salaf.
Demikian pula kisah-kisah yang diceritakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (tidak dimasukkan dalam kerangka kisah-kisah tercela, pent).
📖 al-Fatawa al-Jaliyyah (2/86)
🇸🇦 Arabic
ℹ قال الشيخ العلّامة أحمد بن يحي النجمي رحمه الّٰله :
💡 المقصود بالقصاص أو القصاصين أنهم يعتمدون في مواعظهم على القصة ، وهذا موجود الآن في محيطنا
❗ فالوعاظ الآن الذين يعتمدون على القصص هم يعتبرون قصاصين ،
▪ وهذه طريقة كثير من الوعاظ في زمننا هذا.
🔲 وإنك لتجد هؤلاء يكثرون من القصص و الرقائق و لا يعرجون على تعليم الناس العقيدة ، ولا تعليمهم للأحكام الشرعية كالصلاة المفروضة وكيفيتها ومايخل بها
🔥 وهكذا طريقتهم أنهم يكثرون من القصص والرقائق ،
🌼 أما ما ذكره الله عزوجل من القصص القرآني الذي قصه عز وجل عن الأمم الماضية فهذا ليس بداخل في القصص المذموم الذي ذكره السلف وما قصه النبي صلى الله عيه وسلم كذلك
📕 الفتاوى الجلية (٢/٨٦)
📃 Majmu'ah Riyadhul Jannah
Repost
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫▫
Asy-Syaikh al-'Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah berkata,
"Yang dimaksud dengan al-qushshash dan al-qashshashin adalah orang-orang yang menyandarkan nasehat-nasehat yang mereka sampaikan diatas suatu kisah. Sekarang, model semacam ini ada di sekitar kita.
Sehingga, para pemberi nasehat pada masa ini, yang menyandarkan ceramah-ceramah mereka diatas kisah-kisah, digolongkan sebagai para qushshash (tukang dongeng).
Inilah metode yang ditempuh oleh mayoritas para pemberi nasehat pada masa kita ini.
Sungguh, pasti akan Anda dapati bahwa mereka banyak menyebutkan kisah-kisah dan pembahasan masalah kelembutan hati (raqaiq) dalam ceramah-ceramah mereka, dan tidak meningkatkan (kualitas ceramah) mereka dengan mengajari umat manusia ilmu aqidah, maupun hukum-hukum yang ada dalam syari'at, seperti: shalat lima waktu, tata caranya dan hal-hal yang akan membatalkannya.
(Sekali lagi), inilah metode mereka. Mereka memperbanyak kisah-kisah dan pembahasan masalah kelembutan hati dalam ceramah-ceramah mereka.
Adapun kisah-kisah yang Allah 'azza wa jalla sebutkan dalam al-Qur'an yang menceritakan tentang umat-umat terdahulu, maka ini tidak dimasukkan dalam kerangka kisah-kisah tercela, yang telah diperingatkan oleh para salaf.
Demikian pula kisah-kisah yang diceritakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (tidak dimasukkan dalam kerangka kisah-kisah tercela, pent).
📖 al-Fatawa al-Jaliyyah (2/86)
🇸🇦 Arabic
ℹ قال الشيخ العلّامة أحمد بن يحي النجمي رحمه الّٰله :
💡 المقصود بالقصاص أو القصاصين أنهم يعتمدون في مواعظهم على القصة ، وهذا موجود الآن في محيطنا
❗ فالوعاظ الآن الذين يعتمدون على القصص هم يعتبرون قصاصين ،
▪ وهذه طريقة كثير من الوعاظ في زمننا هذا.
🔲 وإنك لتجد هؤلاء يكثرون من القصص و الرقائق و لا يعرجون على تعليم الناس العقيدة ، ولا تعليمهم للأحكام الشرعية كالصلاة المفروضة وكيفيتها ومايخل بها
🔥 وهكذا طريقتهم أنهم يكثرون من القصص والرقائق ،
🌼 أما ما ذكره الله عزوجل من القصص القرآني الذي قصه عز وجل عن الأمم الماضية فهذا ليس بداخل في القصص المذموم الذي ذكره السلف وما قصه النبي صلى الله عيه وسلم كذلك
📕 الفتاوى الجلية (٢/٨٦)
📃 Majmu'ah Riyadhul Jannah
Repost
🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja
🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja
▫▫▫▫▫▫

Posting Komentar